01 December 2011

Mengenal Allah

Bagaimana ciri-ciri orang yang mengenal Allah? Kalau orang yang mengenal Allah setiap dia mengalami suatu masalah pasti masalah itu akan dikembalikan kepada Allah, berdoa dan mengadu kepada Allah karena hanya kepada Allahlah kita akan kembali.
Anda dapat mengenal Allah melalui Al-Qur"an, bahkan ada satu surat dimana Allah menjelaskan siapa diri-Nya, coba anda lihat Al-Qur"an surat Maryam - 65 yang berbunyi :
"Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi, dan apa-apa yang ada diantara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah?)"
Betapa indah dan tegasnya ayat tersebut, bahkan selain menjelaskan tentang siapa Allah ayat tersebut juga menjelaskan apa kewajiban kita sebagai seorang hamba kepada Sang Pencipta yaitu beribadah kepada-Nya, dan sampai kapan kita harus terus beribadah? sampai kita MATI.
Ibadah memiliki syarat agar ibadah itu di kategorikan sebagai ibadah yang benar yaitu :
  • Ikhlas, ikhlas melaksanakan ibadah karena Allah
  • Sesuai dengan syariat yaitu sesuai Al-Qur"an dan hadist jadi kalau tidak ada di dalam Al-Qur"an dan Hadist jangan dikerjakan karena bid"ah hukumnya haram dan amalannya akan tertolak

30 November 2011

Dugaan dan Rahmat Allah

1. Tidak Semua Musibah Bererti Kemurkaan Allah

              Wahai Ukhti Muslimah, musibah menurut Islam mempunyai makna serta pengertian yang luas. Tidak setiap musibah bererti kemurkaan daripada Allah, sebagaimana tidak setiap nikmat adalah ujian daripada Allah. Ini terserah kepada sejauhmana keimanan manusia menerimanya, betulkah ia seorang mukmin sejati atau hanya beriman di mulut sahaja. Firman Allah SWT yang bermaksud : Adakah manusia menyangka bahawa mereka dibiarkan dengan berkata; " Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diberi cubaan? Dan sesungguhnya Kami telah mencuba orang-orang yang benar dan orang-orang yang berdusta" (Al-Ankabut: 2-3)
Ayat tersebut bermaksud memberi penjelasan atas tanggapan salah sebahagian manusia bahawa mereka cukup dengan hanya berkata dimulut tentang keimanan mereka. Padahal pengakuan mulut itu bukanlah satu bukti bagi keimanan seseorang, tetapi mestilah melalui cubaan atau ujian. Umat-umat yang dahulupun telah dicuba Allah dengan pelbagai bentuk ujian, maka ketika itulah baru jelas siapa yang berkata bohong dan yang berkata benar. Firman Allah SWT yang bermaksud: "Nescaya kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian dan kepada Kamilah kamu akan dikembalikan" (Al-Anbiya':35)

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Luar biasa betul keadaan orang-orang yang beriman, semua urusannya adalah kebaikan. Tidak ada manusia yang menyamai orang yang beriman. Apabila ia beroleh kesenangan ia lalu bersyukur, maka ia mendapat balasan pahala. Apabila ia ditimpa musibah lalu ia bersabar, maka ia diberikan pahala." (HR. Muslim)

Wahai Ukhti Muslimah, kadangkala musibah yang menimpa seseorang itu adalah amaran jika ia melakukan dosa, supaya ia tidak berterusan dalam kemaksiatannya, sedar dan insaf seterusnya kembali kepada ajaran Islam, yakni patuh kepada Allah. Firman Allah SWT yang bermaksud: "Dan demi sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul kepada umat-umat sebelum kamu, kemudian Kami timpakan ke atas mereka penderitaan dan kemelaratan supaya mereka merendah diri." (Al-An'am: 42)

Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahawa Allah SWT telah mengutus Rasul-Rasul kepada umat-umat sebelum umat Muhammad, tapi mereka tidak mengendahkan seruan para Rasul itu. Maka Allah SWT menimpa kesusahan dan kesengsaraan ke atas mereka, supaya mereka insaf dan menyedari kesilapan mereka dan kembali kepada Allah SWT. Jadi musibah yang menimpa mereka itu bukanlah seksaan semata-mata tapi ia adalah amaran atau peringatan agar mereka jangan berterusan dalam dosa yang mereka lakukan.

2. Ujian Penghapus Dosa

Allah telah menjadikan musibah sebagai tanda untuk naik ke makam yang lebih tinggi, sekaligus menghapuskan dosa-dosa orang beriman dan sebagai sebab untuk mendapat ganjaran pahala yang besar. Ada beberapa hadith Nabi yang menyeru umat Islam supaya tahan berhadapan dengan musibah yang paling buruk kerana sebagai balasannya nanti di akhirat adalah pahala yang besar. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:

" Semua yang menimpa orang Islam seperti keletihan, penyakit, kedukaan, kesedihan, kesakitan dan perkara yang tidak disukai, bahkan termasuk duri yang dipijaknya, melainkan sebagai gantinya Allah menghapuskan dosa-dosanya." (HR. Bukhari)

"Sesiapa yang dikehendaki Allah memperolehi kebaikan, mesti lebih dahulu mengalami musibah." (HR. Bukhari)

"Musibah-musibah yang berterusan menimpa orang miskin, sama ada menimpa dirinya atau anaknya atau hartanya, hinggalah pada akhirnya ketika ia bertemu dengan Allah tidak ada lagi dosanya. (HR. Tirmizi)

Rasulullah SAW pernah ditanya: Siapakah orang yang paling hebat menerima musibah? Baginda menjawab: "Para Nabi, lalu orang-orang yang yang ketaatannya mendekati para Nabi dan demikianlah seterusnya. Ujian yang diterima seseorang sesuai dengan tinkat imannya, jika imannya kuat, maka ujian yang diterimanya pula sukar, jika imannya lemah, maka ujian yang menimpanya sesuai dengan kelemahan imannya itu. Ujain demi ujian terus akan menimpa diri orang yang beriman, hinggalah segala dosanya diampuni. Sebab walau bagaimanapun hebatnya keimanan seseorang, pasti mereka ada melakukan dosa walaupun kecil".

Mengenai pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang bersabar ketika menimpa musibah, Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman: Jika Au menguji hambaKu (membutakan) kedua-dua matanya, lalu ia sabar maka Aku akan mengantikan baginya gengan syurga". (HR. Bukhari)

Orang-orang yang sabar dalam menerima musibah telah dijanjikan Allah SWT akan mendapat pahala yanng besar. Sebagaimana firman Allah SWT yang bermaksud, " Dan sesungguhnya Kami pasti mencuba kamu dengan rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan gembirakanlah orang-orang yang sabar, yakni orang yang jika mengalami musibah, mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali kepadaNya. Mereka itulah orang-orang yang beroleh keberkatan dan rahmat Tuhan dan diberi petunjuk." (Al-Baqarah: 155-157)

Wahai Ukhti Muslimah, terdapat tiga berita gembira yang ditunjukkan Allah kepada orang-orang yang sabar iaitu:
Beroleh ampunan dari Allah
Beroleh rahmat dari Allah
Dimasukkan Allah ke dalam golongan orang yang beroleh petunjuk (hidayah).

Di dalam Al-Quran Allah SWT telah mengajar kita supaya mengucap kalimat "Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un" ketika mengalami musibah. Disunatkan mengucapkan kalimat tersebut setiap kali ditimpa musibah, dari yang paling besar hinnga musibah terkecil, seperti terpijak duri dan sebagainya.

Dalam tujuan yang sama sebuah hadith Rasulullah SAW telah menjelaskan yang bermaksud: Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah lalu membaca ayat yang diperintahkan Allah SWT "Inna Lillahi Wa Inna Illaihi Raji'un, Allahumma ajirni fi mushibati wakhluf li khairan minha" (Sesungguhnya Kami milik Allah dan akan kembali kepadaNya, ya Allah berilah pahala atas musibah ini dan tukarkanlah dengan yang lebih baik daripadanya) melainkan Allah SWT memberikan pahala dan menukarkan dengan yang lebih baik baginya." (HR. Muslim)

Bacaan tersebut mengandungi penawar bagi apa juga bentuk musibah jika diamalkan dan dihayati sepenuh jiwa kerana didalamnya terkandung pengakuan yang penting terhadap dua hal:

> Pengakuan diri sendiri, anak, suami, isteri dan seluruh harta adalah milik Allah SWT. Seseorang tidak memiliki semuanya itu melainkan atas dasr amanah yang diberikan kepadanya oleh Allah SWT.

> Akhir semua manusia adalah kepada Allah SWT samada cepat atau lambat, yang pasti manusia diciptakan ia tidak mempunyai apa-apa, tiada keluarga dan harta. Maka seperti itu jugalah kelak ketika manusia bertemu dengan Tuhannya. Jika ada yang mendampinginnya, maka itu adalah amalnya ketika di dunia. Firman Allah SWT yang bermaksud: "Dan sesungguhnya kamu datang menemui Kami bersendirian sebagaimana Kami ciptakan kamu juga sendiri-sendiri dan kurnia yang Kami berikan itu akan tinggal di dunia." (Al-An'am: 94)

28 November 2011

7 Kelebihan Bersabar

1. Sabar adalah sifat mulia (mahmudah) yang mesti dimiliki oleh setiap umat islam

2. Untuk memiliki sifat sabar, perlulah mempunyai latihan yang berterusan.

3. Orang yang berusaha melatoh dirinya bersabar dan terus bersabar adalah orang yang dikasihi serta dekat dengan Allah SWT. Allah memandangnya dengan pandangan rahmat.

4. Orang yang bayak bersabar dalam membentuk dirinya untuk menjadi seorang penyabar (as-sobirrun), tidak akan disia-siakan Allah. Akhirnya, ia akan ditulis di sisi Allah sebagai hamba yang penyabar.

5. Apabila seseorang memiliki sifat sabar, maka ia telah memiliki kebaikan dan keuntungan yang banyak.

6. Apabila seseorang dianugerahkan sifat sabar, maka ketahuilah bahawa Allah Taala mehu memberikan kepadanya manfaat yang besar lagi luas, berpanjangan dari dunia sampai ke akhirat.

7. Antara keutamaan sifat sabar ialah:
  •  Masuk syurga tanpa hisab (perhitungan)
  •  Diampunkan dosa-dosa yang lalu
  •  Memiliki iman sejati

27 November 2011

I Ct dan cuti .......

Malam semalam semua anak -anakku telah mengikut sepupu mereka ke I Ct. Kata mereka orang terlalu ramai dan sukar untuk berjalan .. Menurut isteriku ,,,, banyak kemudahan yang telah ditambah semenjak kami datang 9 bulan dahulu. Kalau dulu hanya ada rumah salji yang tak berapa sejuk dan pokok - pokok berlampu yang baru  di pasang .
         Tapi sekarang semuanya telah berubah . Pokok - pokok yang berlampu telah banyak dipasang . Rumah salji juga telah banyak diperbaiki. Jadi kepada semua yang sedang bercuti selamat bercuti,,,,,,

25 November 2011

PUSRATU.....dan Atritis

          Hari ni pergilah saya dan isteri serta anak-anak ke PUSRATU, di Paya Jaras, Selangor. Tujuannya ke sana adalah ingin mencari panawar ubat bagi penyakit Atritis yang telah mendampingi diri ini lebih kurang 3 tahun lamanya . Penyakit ini kalau ikut kata doktor pembawakan daripada genetik dan sehingga kini belum dijumpai ubat yang benar - benar mujarab . Kini telah terbuka jalan yang ditunjukkan Allah kepada saya semoga saya dapat bertemu jodoh ubat bagi penyakit yang  telah lama dihadapi ini. 
        Menurut pengamal perubatan di PUSRATU , penyakit ini berada dalam kategori "garang" . Ya memang saya akui. Sebabnya kalau makan ubat paling lama dua atau tiga kali aje yang berasa lega , lepas itu penyakit ini akan menyerang semula dalam kadar dua kali ganda . Pada masa tu , sakitnya janganlah cerita ,, hanya Allah sahaja yang tahu. 
        Oleh itu dengan bermulanya proses perubatan ini pada hari Isnin hadapan semoga diri ini dapat bertahan dan menemui jodoh ubat bagi penyakit ini . Semoga Allah meringankan penyakit yang ada di badan saya dan berada dalam keadaan sihat semula ,,, insyaalah . Kita hanya berharap ,berikhtian dan berdoa hanya Allah yang memakbulkan segalanya . Amin  semoga penantian mencari ubat ini akan beroleh kejayaan dan keberkatan dari Allah ...